Monday, January 26, 2015

In Memoriam Mas Bogel - 25 Januari 2015 jam 7.30

Minggu, tanggal 25 Januari 2015 dimana seharusnya hari yang membahagiakan karena gajian tlah tiba.. menjadi hari penuh duka.

Jam 7.30, setelah mas Bogel melenguh keras seperti sapi... Mas Bogel meninggalkan kami semua. Setelah beberapa hari yang lalu diinfus karena dehidrasi

sepenggal cerita tentang mas Bogel

Tiba2 ada tetangga yang menawarkan anjing yang cakep ini ke kami. Harganya Rp.50.000.
Begitu lihat, langsung jatuh hati.... He is so handsome.
Kakinya pendek, tapi mukanya kaya rotweiller..

Jadi dia bagian keluarga kami..
Setiap kali hujan turun, kami ajak dia tidur di kamar..
Setiap dikasih keset supaya gak kedinginan karena dikamar pakai AC, dia selalu gak mau.
Kalo sdh bosen dikamar, dia slalu minta keluar ke ruang tamu dan seperti biasa, meja tamu slalu kena sasaran pipisnya.

Setiap kali kami pergi diwaktu weekend dan makan diluar, kami slalu ingat dia. Jadi bila makan ayam, kami slalu mengumpulkan tulang2 supaya dia bisa menikmati tulang2 ayam dirumah.

Setiap minggu slalu dia diberi minum susu putih dan bila kami makan sesuatu, pasti dia pasti ngences... (jorok si bogel.. gak bisa nahan makanan..)

Dia agak bandel; sudah berapa sandal jadi korban gigitannya.. dan setiap dimarahin, dia tau kalau dia salah.
Tapiiiii slalu mengulang lagiiii....

Menurut saya, dia anjing yang agak pintar. Mengerti apa yang kami bilang. Dibanding anjing kampung yang lain... dia lumayan pintar..
That's why we love him so much

Setelah baby lahir, dia jarang masuk ke kamar.
Tapi yang amazing, dia sayang banget sama baby.
Mau dipeluk baby, diinjek baby, dicubit baby, diplintir kupingnya ma baby, mas Bogel slalu diem dan gak pernah nyakitin baby..

Beda ma kami... kl kami injek ekornya dikit, mas Bogel pasti marah.

Bisa dilihat kan, baru bangun tidur, yang dicari adalah mas Bogel


si Kriting ini sayang bgt sama mas Bogel.
Slain itu, mas Bogel ini teman setia pakde Ocok. Termasuk teman tidur karena pakde Ocok suka tidur di lantai bersama Bogel dan Bogel dijadikan guling



Tiba waktunya kami pindah ke Semarang.. dan mas Bogel adalah yang terakhir diangkut ke Semarang.
Dia pindah kerumah kontrakan di Semarang.
Baby dan Mas Bogel tetap bahagia... dan baby slalu berusaha untuk naik ke atas punggung Bogel... Serasa naik kuda


dan ini kebahagian yang lain.. Main setelah pulang gereja


termasuk main di atas sumur depan rumah


Stelah itu kami menempati rumah sndiri dan mas Bogel pun mengikuti kami pindah.

Dan setelah Akung meninggal, Aku, baby dan mas Bogel pindah ke Yogya untuk menemani Uti
Supaya pupa fokus kuliah dan kerja..

Bogel ada di dekat kamar belakang kami.. dan kami tidak pernah takut karena Bogel slalu menjaga kami.

Kira2 1 tahun di Yogya, Bogel menemani kami di Yogya.
Kemungkinan dia terkena virus karena hampir 3 tahun dia gak pernah divaksin.. sehingga mengenai lever dan ginjalnya.
Perutnya besar tp badannya kurus..
Dan dia tdk bisa makan.
Bukan seperti Bogel yang dulu... yang slalu meminta jatah preman, setiap kami makan.

Sewaktu dia sakit, saya bilang ke Bogel, Mas.. jangan pergi dulu sebelum papa dateng ya...
Tahan beberapa hari dulu ya... 

Dan mas Bogel menepati janjinya... Sewaktu papanya datang..
Mas Bogel masih manja dan minta disuapin papanya.
Hari Sabtu malam, papanya bilang ke mas Bogel, kalo sudah gak kuat, gak papa pergi.
Dan sebelum papanya balik ke Semarang, Minggu pagi dia berpulang dan lepas dari penderitaannya..
Dan sehari si baby nangis karena kehilangan kakak kesayangannya

Selamat jalan mas Bogel.. Kamu akan slalu menjadi kesayangan kami...
We'll miss you so much..
Be happy up above there..



No comments: